Risk Management

Mengenal tentang Staggering Stoploss

-STAGGERING STOPLOSS-

Kalian pernah mendengar istilah di atas? Atau mungkin sudah pernah, tapi bingung bagaimana menerapkannya?

Contoh Penerapan Staggering SL di TOWR

Well, pada artikel kali ini, aku ingin sharing tentang salah satu bagian pengembangan dari stoploss.

Kalau umumnya, kita terbiasa dengan konsep Buy ABC di xxx dan SL di yyy. Lalu ketika harga tembus dari yyy, maka kita akan langsung eksekusi sell untuk pembatasan risiko .

Nah, kalau di staggering stoploss ini, kita akan sell sebuah saham pada beberapa level harga (simplenya, pembatasan kerugian tidak dilakukan sekaligus di satu level harga).

Kenapa sih kok muncul konsep staggering stoploss?

Aku yakin kita semua pernah mengalami yang namanya shake out, sebuah keadaan di mana posisi kita di suatu saham harus di cut karena volatilitas yang terlalu tinggi.

Padahal analisis yang kita buat memang menunjukkan bahwa probabilitas saham tersebut untuk naik cukup besar, hanya saja kita harus menyediakan ‘ruang fluktuasi’ yang jauh lebih lebar.

Tak semua trader memang siap untuk memberikan kelonggaran tersebut. Ada yang profil risiko nya cukup konservatif. Nah, itulah kenapa staggering stoploss adalah solusi yang dapat diterapkan.

Emang gimana sih penerapannya?

Aku berikan gambaran sederhana dulu ya :

Misal, kita selalu pasang SL 5% . Dengan Staggering, maka :

–> Ketika harga turun 3% , maka kita sell 1/3 . Artinya kerugian yang ditanggung 3% x 1/3 = -1%
–> Ketika harga turun 5% , maka kita sell 1/3. Artinya kerugian yang ditanggung 5% x 1/3 = -1,3%
–> Ketika harga turun 8%, maka kita sell 1/3. Artinya kerugian yang ditanggung 8% x 1/3 = -2,6%

Kalau dijumlah maka (1%) + (1,3%) + (2,6%) = -4,9% alias 5%

Hal tersebut untuk mengantisipasi bisa saja ketika harga saham turun hingga 6%, tak lama kemudian harga saham naik lagi mengikuti scenario yang telah kita buat.
Setidaknya kita masih ada holding 1/3 posisi dan kita bisa tambah dengan modal yang telah kita selamat sebelumnya dengan kerugian yang amat minim yaitu sebesar 1% + 1,3% alias 2,3% ..

Terdengar cukup worth it , kan?

Nah, ini adalah salah satu contoh aplikasi di saham $TOWR yang waktu itu sempat aku mention di post ini : https://stockbit.com/post/5606835 dan https://stockbit.com/post/5689169

Contoh Penerapan Staggering SL di TOWR

Nah, dengan cara di atas, setidaknya kita masih memiliki holding 1/3 posisi ketika sudah terkena 2x CL di saat harga turun 4% dan 6% 😊

Dan ketika memang harga naik kembali, maka kita memiliki kesempatan untuk tambah posisi lagi..

That’s why, respect the stoploss and protect the capital is a must..

Moga membantu yah ..

Be right back with some interesting topics..

Related posts

Hello world!

admin

Leave a Comment