Analisis Makroekonomi Education

“Retail Sector : Waiting for Pent-Up Demand to Emerge”

Indonesia memang terkenal sebagai salah satu negara yang sangat konsumtif dan memang sebagian besar masyarakatnya sangat suka untuk berbelanja.
Jadi tak heran jika Pendapatan Domestik Bruto (PDB) alias GDP , salah satu pos terbesarnya adalah dari kegiatan konsumsi. Berdasarkan rilis data statistik dari BPS, kontribusi konsumsi bisa mencapai sekitar 58% – 60%.

Nah, kita sama-sama tahu bahwa saat ini sektor retail sangat tertekan dengan adanya pandemi yang membuat daya beli masyarakat turun dan mobilitas juga makin terbatas.

Hal ini yang membuat kinerja emiten retail khususnya segment middle to low consumer like $RALS$LPPF sangatlah tertekan.

But I got a good news buat sektor retail from riset Bank Indonesia (BI) terkait dengan prospensity to consume alias kecenderungan untuk konsumsi.

Nah, apa sih hasil riset BI ini ?

 

Sumber : Riset BI

1. Pada Januari 2021, rata-rata porsi pendapatan rumah tangga yang dipakai untuk konsumsi adalah 73,2%. Bahkan angka ini adalah yang tertinggi sejak 2012.

2. Kenaikan porsi konsumsi ini disumbang paling banyak oleh masyarakat dengan rentang penghasilan Rp 2 – 4 juta/ bulan. Rentang penghasilan ini kalau boleh dibilang menjadi standar gaji yang ditetapkan di banyak wilayah.

Kalau boleh dibilang, kelompok masyarakat tersebut menjadi tombak utama untuk mendongkrak perekonomian nasional. Why? Karena porsi mewakili hampir separuh 50% total konsumsi nasional. Dan kalau dilihat dari grafik nya, memang tingkat konsumsi melonjak signifikan.

Namun demikian, data ini jangan langsung disikapi secara mentah-mentah yah. Dalam artian besok harga saham retail langsung naik gila-gilaan ..

Perlu diingat bahwa cara kerja sektor riil dan pasar saham itu berbeda:)

One good thing we can conclude adalah there will be a turn around story for retail seiring dengan recovery yang terjadi.

Lantas, mana emiten yang harus dipilih?
Pilih emiten dengan B/S alias Neraca yang kuat. High cash and low debt. Sehingga emiten ini siap untuk menyambut ‘pent-up demand’ yang selama ini menjadi kunci utama pendongkrak ekonomi. Dan sejauh ini masih tampak jelas di RALS.

Bagaimana dengan emiten yang segment mid to high?
Well, for $MAPI dan $ACES adalah 2 emiten yang menarik juga kok.

MAPI diunggulkan dengan brand variety dan consumer loyalty serta gerai yang dimiliki tersebar di pusat-pusat perbelanjaan penting. Hal ini yang masih mampu menjaga stabilitas kinerjanya.

Sedangkan ACES dengan produk rumah tangganya malah lebih gesit untuk terus membuka gerai baru mengingat consumer kalangan mid to high tidak terlalu terdampak dalam hal daya beli.

Tantangan utama yang tersisa bagi sektor retail adalah PPKM Mikro dan tingkat Covid -19 yang sewaktu-waktu bisa kembali naik.
Let’s hope for the best!

Anw, semua bahasan ini hanya utk edukasi dan bahan diskusi yah..

Have a good day:)

Related posts

Bersahabat dengan WAKTU

Editor

SERIAL SAHAM – EMPAT JENIS INVESTOR (PART 2)

admin

Hello world!

admin

Leave a Comment