Analisis Teknikal

5 Pattern Saham Andalan ala Nicholas Darvas

Hai.. How’s your day? And how’s your portfolio?

I do hope everything is really ‘green’.. Wkwkwk

Well, hari ini secara mengejutkan $IHSG berhasil dibuka gap up dan banyak saham yang naik dengan sangat signifikan. Mulai dari property, konstruksi, retail, poultry dan juga nickel kembali manggung.

But again.. MA 20 kembali menahan laju IHSG sebagai resisten kuat. So, it seems like the battle between bull dan bear cukup sengit. Buatku, selama IHSG masih belum bisa tembus MA 20 , maka risiko untuk koreksi masih harus diwaspadai. We need a confirmation to react and decide what to do!

Sejauh ini , strategi yang menawarkan peluang (namun ttp dengan risiko tinggi) adalah memang fast trade.. Tapi kalau aku pribadi melihat mulai ‘normalnya’ kembali trend beberapa saham setelah melalui bantingan IHSG beberapa saat yang lalu.

Tak sedikit juga mungkin teman-teman yang sudah koleksi bbrp saham ‘kuat’ di area support , mungkin jg sudah mulai berbuah cuan. Congrats!

Nah, pada tulisan kali ini, aku ingin summarize some interesting & important points dari beberapa buku (as I promise you). Buku pertama yang ingin aku bahas adalah “Secret of the Darvas Trading System” by Darrin J. Donnelly. Buku ini secara padat dan praktis menceritakan tentang ‘holy grail’ of Darvas system yang bisa kita praktikkan dalam perjalanan trading.

Bahkan yang lebih menarik adalah sebenarnya kita bisa menerapkan kriteria pemilihan saham dengan inisial nama D.A.R.V.A.S lhoo..

D –> Direction of the Market (pilih saham yang sedang berada dalam masa uptrend)

A –> Accelerated Earning & Sales (di balik kenaikan hrg saham yang luar biasa, there must be something great about its earning and growth)

R –> Relative Price Strength (pilih saham yang harganya memang outperforming dibandingkan saham lain di sektor sejenis) / Return on Equity (Fund Managers love to see high ROE bcs  it’ll giver bigger value in the future)

V –> Volume Increasing (yang menandakan bahwa demand terhadap saham ini cukup tinggi. Remember! Follow the big money)

A –> Aggressive Growth Group (akan ada satu group or sector yang menjadi unggulan dan sahamnya diburu banyak orang. But , the right moment to entry bukan lah ketika saham tersebut telah ramai dibicarakan)

S –> Sound Base Pattern (Nah, pada bagian inilah yang akan kubahas dengan lebih mendalam yah)

 

 

Sound Base Pattern

Kalau kita perhatikan, setelah kejatuhan di bulan Maret 2020 silam, banyak saham yang sudah running signifikan or we call it as ‘advancing stock’. Tapi sayangnya mungkin ada beberapa teman-teman yang belum ikut beli. Atau juga mungkin bingung kapan ada kesempatan untuk bisa ikut ‘pesawat’ yang siap terbang tersebut.

Caranya simple kok.. FIND A BASE to MAKE A PURCHASE!

Nah base ini nanti akan ada 5 pattern dan nanti tetap butuh dikombinasikan antara Price  dan Volume. Karena volume akan menunjukkan seberapa besar suatu saham diminati .

Kelima pattern tersebut antara lain :

  1. Flat Base

Sesuai dengan namanya yaitu flat , harga saham akan cenderung bergerak mendatar dalam sebuah range. Ibarat ada alas dan atap, maka ruang gerak hrg saham hanya dibatasi oleh alas dan atap tersebut. Sehingga tak jarang  kita jumpai sebuah box / rectangle yang terbentuk setelah hrg naik dengan signifikan.

Prinsipnya adalah the longer and the tighter base will result big movement. Berikut ini adalah contoh dari Flat Base.

Flat Base Pattern

2. Bull Flag

 

Pola yang kedua  memang bentuknya menyerupai ‘bendera’. Pola ini terbentuk setelah harga naik dengan sangat signifikan dalam waktu singkat (bahkan bisa mencapai ratusan persen). Setelah itu dilanjutkan dengan konsolidasi sejenak , sebelum akhirnya harga kembali breakout dan melewati flag tersebut.

Pola ini bisa dibilang sangat powerful dan menjadi salah satu pola favorit Darvas

Bullish Flag Pattern

3. Rounded Base

Pola yang ketiga adalah rounded base, di mana harga cenderung membentuk gerakan hrg yang menyerupai ‘bowl’ or ‘mangkok’. Kenapa bisa demikian? Karena dalam pembentukan pola ini , para ‘nyangkuters’ mulai jualan hingga akhirnya tidak ada lg tekanan jual dan dorongan beli mulai muncul .

So , ketika harga turun , volume ikut turun dan ketika hrg naik, volume nya pun jg impulsive. Hal inilah yang bisa mendorong hrg naik dengan signifikan. Nah, pada contoh di bawah ini , ada beberapa rounded base yang terbentuk sehingga sebenarnya jg ada beberapa kali kesempatan beli yang bisa dimanfaatkan

Rounded Base Pattern

4. Cup with Handle Base

Pola ini pada awalnya diperkenalkan oleh William O’Neil. Cup with Handle atau serin disebut CnH merupakan pengembangan dari rounding base. Pada pola ini , terdapat sebuah pullback ke area support kuat yang sebenarnya jg bs dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk beli . Kesemepatan berikutnya bisa dilakukan ketika hrg berhasil Breakout dari cup nya.

Perlu diperhatikan jg bahwa ketika harga membentuk sebuah handle, volume jg ikut turun dan ketika BO terjadi , volume jg harus tinggi untuk semakin mengkonfirmasi kenaikan harga saham .

Cup with Handle Pattern

5. Double Bottom Base

Pola yang terakhir adalah Double Bottom (DB) atau bisa disebut jg dengan W Pattern. Dalam pola ini , terbentuk dua lembah yang relative sama. Konfirmasi kenaikan harga bs dilihat ketika hrg berhasil tembus dari neck line..

Tapi as a swing trader, kita bisa saja memanfaatkan kenaikan hrg dari bottom ke neck line untuk melihat reaksi candle, apakah mampu tembus dr neck line atau tidak.

Double Bottom Pattern

Well, in the end.. memang benar banyak sekali pattern yang ada dan bahkan hingga mencapai ratusan. Tapi teman-teman nggak perlu merasa ‘overwhelmed’ yah .. Stay calm . Tak masalah kok hanya fokus di 5 pattern ini. Kenali dengan baik karakteristik dan ritmenya and enjoy your profit!

Have a good day!

Related posts

LIMA – 5 CARA MENENTUKAN SUPPORT AND RESISTANCE

admin

How To Do A Technical Analysis

admin

Leave a Comment