Analisis Fundamental Education

SERIAL SAHAM – EMPAT JENIS INVESTOR (PART 2)

SERIAL SAHAM – EMPAT JENIS INVESTOR (PART 2)

Sebagaimana yang telah dibahasa pada artikel sebelumnya tentang jenis-jenis investor (Value Investor dan Growth Investor), maka kali ini kita akan mendalami lebih jauh tentang dua macam investor yang lain yaitu GARP Investor dan Income Investor. Apakah yang dimaksud dengan keduanya? Apakah strategi investasi yang mereka gunakan berbeda? Yuk!! Simak saja pembahasannya di bawah ini : 

  • Growth at Reasonable Price (GARP) Investor

Jika kita mengenal Warren Buffett sebagai tokoh value investing, maka dalam hal GARP, mari kita mendekatkan diri dengan Peter Lynch. Beliau adalah pencetus dari strategi ini. GARP merupakan metode yang akan menggabungkan teknik value investing and growth investing. Investor yang menerapkan metode ini akan memilih saham yang valuasinya tidak terlalu mahal, masih memiliki ruang yang cukup untuk bergerak dan meningkat harganya serta kegiatan operasional bisnisnya selalu bertumbuh dan prospeknya jelas. Jika digambarkan, maka metode GARP akan seperti berikut :

Bagi investor yang menerapkan metode ini, mereka cenderung memiliki pola pikir yang realistis khususnya akan pertumbuhan perusahaan. Jika growth investor menargetkan pertumbuhan minimal 25%, maka syarat tersebut dapat dilonggarkan oleh GARP Investor yang mematok angka 10-20%. Mereka juga akan sangat mencermati nilai Return on Asset dan Return on Equity. GARP Investor menyukai perusahaan yang mampu mengelola kas dengan baik dan mencatatkan nilai yang positif dalam Laporan Arus Kas. Hal ini berarti menunjukkan likuiditas perusahaan yang baik dan bisa untuk melakukan ekspansi atau perbaikan bisnis secara berkelanjutan. 

Salah satu rasio yang menjadi dasar pertimbangan dan perhitungan oleh GARP Investor adalah PEG Ration. PEG merupakan singkatan dari Price Earning to Growth yang dapat digambarkan pada formula di bawah ini :

PEG Ratio= PERGrowth

Contohnya adalah sebuah perusahaan yang memiliki PER sebesar 10x dan pertumbuhan pendapatannya sebesar 15%, maka PEG yang diraih oleh perusahaan tersebut sebesar 0.67. Hal ini berarti perusahaan tersebut cukup layak untuk dipertimbangkan. Mengapa? Karena GARP Investor akan mencari saham yang PEG Ratio tidak lebih dari 1. 

Memang harus diakui bahwa dengan menggunakan metode ini, maka keuntungan yang diperoleh investor tidak akan sebanyak para growth investor. Namun demikian, ketika pasar berbalik arah, maka risiko yang dihadapi oleh GARP Investor juga tidak akan sebanyak Growth Investor. 

  • Income Investor

Salah satu hal yang tidak dapat dipungkiri adalah bahwa salah satu keuntungan yang dicari oleh seorang investor yaitu dividend. Hal inilah yang tercermin pada strategi seorang Income Investor. Mereka akan berusaha mengincar perusahaan yang rajin membagikan dividen tiap semester atau tiap tahunnya. 

Perusahaan yang bertumbuh dan berkembangan secara berkelanjutan akan cenderung untuk menggunakan laba usaha sebagai modal untuk melakukan ekspansi dan perbaikan internal bisnis. Lalu, perusahaan macam apa sih yang rajin bagi dividen? Jawabannya yaitu perusahaan yang sifatnya sudah lebih settle dan mapan. Perusahaan macam ini lebih berfokus pada maintenance dan memetik hasil kerjanya selama awal pendirian hingga saat ini. Mereka membagikan laba sebagai bentuk imbal hasil investasi. 

Beberapa perusahaan yang rajin membagikan dividen umumnya perusahaan BUMN yang memiliki kapitalisasi besar. Namun demikian, seorang Income Investor juga akan memperhitungkan berapa besar dividen yield yang diperoleh dengan cara membagi dividen tahunan dengan harga saham per lembarnya. 

Contoh, sebuah perusahaan memiliki harga lembar per saham Rp 2000 dan membagikan dividen sebesar Rp 250 per lembar, maka dividen yield nya sebesar 12.5%. Rata-rata dividend yang dibagikan perusahaan yaitu 2-3%. Dan biasanya para income investor akan berburu saham dengan dividend yield minimum 5-6% sebelum dipotong pajak. Nah, dari sini dapat kita simpulkan bersama bahwa sebenarnya terdapat dua jenis keuntungan yang diperoleh seorang Income Investor yaitu :

  1. Capital Gain, yang secara sederhana dapat diartikan dengan peningkatan harga saham dari awal pembelian sehingga aset/uang akan terlindung dari nilai yang semakin turun akibat inflasi ataupun faktor lainnya.
  2. Dividen, yang merupakan bagian laba perusahaan yang dibagikan kepada para investor. 

Hal penting yang memudahkan untuk menerapkan metode ini adalah carilah perusahaan yang secara konsisten membagi dividen selama minimal 5 tahun. Temukan data historisnya serta lihatlah berapa besaran dividen yang dibagikan, apakah meningkat, periode pembagian dan informasi penting lainnya. Hingga artikel ini ditulis, nilai dividen yang paling tinggi diraih oleh PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) dengan nominal Rp 2.600/lembar. 

Namun di balik itu semua, fundamental perusahaan adalah hal yang paling penting dan utama untuk dipelajari, dipahami dan dicermati. Terkadang, jika dividen yang diberikan terlalu besar dan kurang sebanding dengan bisnis serta kemampuan perusahaan, maka hal tersebut juga akan menghambat kegiatan ekspansi mendatang. 

Jadi, apakah kalian sudah menentukan strategi yang ingin diterapkan? Drop down your comment below!!!

Happy Cuan everybody!!

Related posts

How to train the trader’s mental?

Editor

SERIAL SAHAM – EMPAT JENIS INVESTOR (Part 1)

admin

“Retail Sector : Waiting for Pent-Up Demand to Emerge”

Editor

Leave a Comment