Analisis Teknikal Education

How To Do A Technical Analysis

SERIAL SAHAM – HOW TO DO THE TECHNICAL ANALYSIS?

I believe in analysis and not forecasting – Nicholas Darvas

Pernahkah Anda mendengar nama Nicholas Darvas? Atau mungkin anda hanya mengetahui tentang teori Darvas Box TheoryYaps, Darvas adalah seorang penari yang berhasil meraup untung sebesar 2 juta dollar dari stock market hanya dalam waktu singkat. “Wah, mungkin dia sedang beruntung saja dan memang pasar sedang dalam kondisi bullish”. Begitulah sebagian besar reaksi seseorang atas keberhasilan yang diraih Darvas. Namun, apakah memang demikian adanya? Apa sebenarnya strategi rahasia yang dilakukan oleh Darvas untuk memenangkan persaingan di pasar modal? Mari kita simak ulasannya..

Ketika Anda melabeli diri sebagai seorang trader, maka bersiaplan untuk membekali diri dengan pemahaman analisis yang mendalam dalam berbagai situasi. Baik ketika pasar sedang dalam kondisi bullish, sideways maupun bearish, seorang trader sangatlah siap untuk bertindak dan bereaksi. Terkait dengan analisis yang telah saya singgung di atas, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh setiap trader ketika melakukan analisis tersebut antara lain :

  • CYCLE

Cycle atau siklus akan menggambarkan pada posisi mana sebuah harga saham sedang berada. Ketika kita tahu sebuah harga sedang berada di siklus apa, maka kita akan memiliki gambaran yang lebih jelas tentang langkah apa yang harus dilakukan. Terdapat tiga siklus yaitu siklus besar (tahunan), menengah (bulanan) dan kecil (harian). Dalam tiap siklus tersebut, akan berulang pola yang sama yaitu :

 

  • TREND

Hal kedua yang harus dipahami yaitu trend. Bagaimana kecenderungan pergerakan harga saat itu. Apakah sedang dalam masa naik, turun ataukah mendatar (konsolidasi). Tiap trend akan mengundang aksi dan strategi yang berbeda-beda pula. Terdapat tiga jenis trend sebagai berikut :

No. Trend Keterangan
1. UPTREND. Trend ini akan menunjukkan kondisi harga yang sedang naik dan ditandai dengan gunung dan lembah yang lebih tinggi daripada gunung dan lembah sebelumnya (Higher High (HH) – Higher Low (HL)). Umumnya, jika sudah terdapat 2 kali HH dan HL, maka sinyal uptrend semakin positif.
2. DOWNTREND. Trend ini akan menunjukkan kondisi harga yang sedang turun dan ditandai dengan gunung dan lembah yang lebih rendah daripada gunung dan lembah sebelumnya (Lower High (LH) – Lower Low (LL)). Umumnya, jika sudah terdapat 2 kali LH dan LL, maka sinyal downtrend semakin positif.
3. SIDEWAYS. Trend ini bergerak menyamping dan ketinggian gunung serta lembah berada pada level yang hampir setara. Umumnya trend ini akan berlangsung beberapa saat hingga ada tanda yang kenaikan atau penurunan yang jelas.
  • SUPPORT AND RESISTANCE

Hal selanjutnya yang menjadi bahan analisis adalah di mana letak support dan resistance. Support merupakan batas bawah sebuah harga saham yang mampu memantulkan harga kembali ke atas sehingga seringkali disebut sebagai alas. Sedangkan resistance merupakan batas atas sebuah harga saham yang dapat memantulkan harga kembali ke bawah dan sering disebut sebagai atap.

Support dan resistance akan menjadi area yang lebih dicermati dan diwaspadai oleh seorang trader. Mengapa demikian? Bayangkan saja ketika harga mendekati titik tertingginya, maka akan ada dua kemungkinan yaitu harga akan kuat dan mampu menembus resistance atau malah berbalik arah turun dan sebaliknya di are support.

Harga yang memantul terlalu keras ke atas dapat menjebol resistance ataupun memantul terlalu keras ke bawah dapat menjebol support. Ketika harga menjebol resistance, maka akan terjadi breakout. Sedangkan ketika menjebol support, maka breakdown lah yang terjadi seperti yang digambarkan sebagai berikut :


  • PATTERN

Langkah selanjutnya yaitu memahami bagaimana pola atau pattern dari sebuah chartPattern akan sangat membantu untuk menganalisis bagaimana kemungkinan gerak harga saham di kemudian hari. Memang benar bahwa kita tidak bisa memastikan pergerakan harga akan sesuai dengan teori dan kainginan kita, namun setidaknya dengan memahami pola yang terbentuk, maka kita bisa melakukan antisipasi.

Chart Pattern akan dibagi menjadi 2 bagian besar yaitu reversal pattern dan continuation pattern. Penjelasan tentang tiap pattern akan dibahas pada artikel yang terpisah. Berikut ini adalah beberapa reversal chart pattern :


Source : MRGTrade

Apa sih yang dimaksud dengan reversal pattern? Yaitu pola-pola yang terbentuk ketika sebuah trend harga saham berbalik arah. Semisal sejak bulan April, saham ABCD mengalami penurunan sehingga membentuk downtrend. Namun, menginjak pertengahan bulan Mei, mulai trend penurunan mulai patah dan terbentuklah pola inverse head and shoulder. Walaupun memang tidak akan serapi seperti yang tergambar di atas, namun ketika kita jeli, maka akan terlihat bahwa ada pola pembalikan arah dan masa downtrend telah berakhir dan sebaliknya,

Kemudian, ada juga continuation chart pattern yang menggambarkan tentang berbagai pola ketika trend sebuah saham belum terpatahkan yaitu sebagai berikut :


Source : MRGTrade

  1. CANDLE

Terakhir adalah candle. Oh ya sebelum membahas lebih jauh, dalam setiap artikel bertajuk saham, maka chart yang akan dipakai yaitu candlestick karena memberikan informasi yang lebih lengkap dan secara visual lebih mudah dipahami dibandingkan dengan line chart dan bar chart. Sama halnya dengan pattern, maka pola candle pun harus dipahami agar semakin menguatkan analisis yang kita lakukan.

Pola candle terbagi menjadi dua yaitu :
Gambar ½ menunjukkan pola-pola candle dalam kondisi uptrend. Sedangkan gambar 2/2 berisi pola-pola candle dalam kondisi downtrend. Setiap pola memiliki makna dan mampu menggambarkan bagaimana kondisi psikologis market baik dari sisi buyer maupun seller. Namun, sekali lagi saya perlu ingatkan bahwa hal ini hanya akan membantu mempertajam analisis kita dan bukan menjadi jaminan 100% akan tepat sasaran yahh.

Jadi, apakah Anda sudah siap untuk menjadi seorang trader yang professional?

Let the profits be with you all!

Related posts

Bersahabat dengan WAKTU

Editor

“Retail Sector : Waiting for Pent-Up Demand to Emerge”

Editor

SERIAL SAHAM – EMPAT JENIS INVESTOR (PART 2)

admin

Leave a Comment